daftar

Jumat, 10 Juli 2015

makam si badang sang legenda melayu



Hai teman teman sekalian nama saya fikri dan ini postigan pertama saya tentang legenda d daerah tempat saya tinggal. Yaitu tentang seorang lelaki perkasa bernama badang. Beliau adalah orang yang sengat disegani dan dihornmari di kerajaan riau kepulauan pada zaman dahulu. Dan namanya pun terkenal dan tersohor sampai kenegeri Malaysia.





Badang adalah seorang laki laki keturunan Siam dari Sayong Pinang pada zaman dahulu kala, lokasi Sayong Pinang saat ini adalah Johor Malaysia. Badang berasal dari keluarga petani miskin, kedua orang tuanya harus bekerja hingga akhir hayat dengan bertani namun badang bekerja ditempat lain yang jauh yaitu di Salung atau Saluang . Ia menjadi kuli  bagi Orang Kaya Nira Sura , Salung saat ini adalah Aceh di Sumatera Utara Indonesia.

Badang tidak bekerja sendirian, mereka bekerja dalam grup dan dalam grup tersebut Badang lah satu satunya pekerja yang memiliki postur badan paling kecil, ringkih dan rapuh. Ia kuli (pekerja kasar) terlemah diantara teman temannya. Pekerjaan mereka  adalah menebas hutan untuk membuka ladang baru. Upah kerja seorang kuli pada masa itu bukan uang, tapi hanya beberapa genggam beras saja. Dan beras yang Badang dapatkan tidak dapat mengenyangkan perutnya bila di tanak, ia pun mencari makanan pelengkap lainnya yaitu ikan.  Sepulang kerja ia selalu duduk dipinggiran sungai yang banyak ikannya. Badang membuat lukah atau bubu atau perangkap ikan dari bambu dan memasang perangkap itu di sungai. Setiap sore sepulang kerja Badang rajin memasang lukah dan memungut hasilnya di pagi hari berikutnya.
Pada suatu pagi ia terkejut melihat perangkap ikannya kosong, tidak ada seekor ikan pun didalam lukah namun banyak tulang dan sisik ikan berserakan. Ia menduga ada binatang yang telah memakan ikan ikan dalam lukah. Keesokan paginya kejadian yang sama berulang dan berulang lagi. Badang pun marah sebab semua ikan tangkapannya habis  dan menyisakan tulang belulang saja.

Esok sorenya ia merencakanan untuk menangkap binatang yang memakan ikan dalam lukah, ia berpikir mungkin itu kerjaan binatang buas dan Badang membawa sebilah parang lalu bersembunyi dalam semak sekitar sungai, kelelahan seharian kerja dan emosi membuat ia tertidur pulas dan bermimpi. Dalam mimpi itu ia seakan akan berada dalam sebuah perahu yang penuh dengan muatan dagang, ia juga  mampu mengangkat sebuah batu besar dan melemparkannya ke udara hingga batu itu melayang jauh dan jatuh di muara sungai. Ia bermimpi hidup mewah kaya raya bersama ibu, ayah dan adik adiknya. Namun di dalam mimpi ia juga menelan muntahan dari suatu mahluk mengerikan. Badang lalu tersentak kaget dari tidur dan ketakutan.

Ketika subuh tiba, Badang benar benar melihat mahluk mengerikan dalam mimpinya wujud, mahluk itu adakah Hantu Air (Jembalang Air). Memiliki perawakan tinggi melebihi tinggi rumah Badang dengan rambut panjang sepinggang dan janggut menutupi dada yang berbulu dan sangat menyeramkan. Ada sepasang tanduk dikepala dan taring yang keluar dari rahang atas, matanya merah redup seperti mata binatang liar. Ia mendekati lukah yang penuh ikan, membawanya kepinggir sungai dan mulai melahap semua ikan ikan dengan menyisakan tulangnya saja. Setelah  habis semua ikan di dalam lukah lalu ia tertidur pulas, sedari tadi hanya bisa memperhatikan membuat rasa amarah Badang mengalahkan rasa takutnya, ia pun mengendap endap dan mengikat rambut hantu itu dengan jaring lalu menindih jaring itu dengan batu besar.Sambil mengayun ayunkan parang Badang membentak dan menghardik hantu itu.

Tiba tiba hantu itu berubah menjadi melas ,memohon ampun dan minta dikasihani, hantu itu berjanji akan mengabulkan apapun permintaan Badang asal ia dilepaskan. Awalnya Badang ingin menjadi tidak terlihat (invisible) tapi ia takut diburu dan kemudian dibunuh orang. Lalu Badang berkeinginan menjadi kaya raya, tapi ia tahu segala harta yang akan dimilikinya sebenarnya milik tuannya. Dan Badang pun meminta agar ia menjadi kuat agar ia tidak lelah mengerjakan pekerjaannya menebas hutan. Hantu itu mengatakan jika ia ingin kekuatan maka ia harus menelan semua muntahan dari mulutnya. Sang Hantu mengambil selembar daun dan memuntahkan semua ikan ikan yang tadi dimakannya dan Badang memakan habis semua muntahan itu ( dalam versi lain diceritakan Hantu memuntahkan dua batu Geliga Merah yang harus ditelan). Badang telah merasakan adanya kekuatan dalam dirinya dan ia pun mengujinya pada sebatang pohon ditepi sungai, ia dengan mudah mencabut pohon itu dengan satu tangan saja sebab tangan lainnya masih menggenggam jaring yang mengikat rambut hantu air. Setelah itu ia melepaskan Hantu air. Dan hantu air berjanji tidak akan pernah mengusik lukahnya lagi. Dalam perjalanan pulang kerumah Badang menguji kekuatannya pada pohon pohon dijalan, pohon pohon itu dengan mudah dicabutnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar